Jumat, 27 September 2013 0 komentar

About Rossa

Rossa yang memiliki nama lengkap Sri Rossa Roslaina Handiyani (lahir di Sumedang, 9 Oktober 1978; umur 34 tahun) merupakan penyanyi Indonesia yang melejit lewat tembang-tembang sendunya seperti Nada-Nada Cinta, Tegar, Hati Yang Terpilih, Atas Nama Cinta, Kini, Ayat-Ayat Cinta, Hey Ladies, Hati Yang Kau Sakiti, Tega, Cerita Cinta, Pudar, Ayar Ayat Cinta,Tega, Memeluk Bulan,dan Ku Menunggu. Ia adalah mantan istri Yoyo, anggota band Padi Rossa bernaung dibawah label rumah produksi Musica Studios (Musica) Jakarta.

Karier


Nama Rossa mulai dikenal setelah merilis album pertama bertajuk Nada Nada Cinta (1996) tepatnya dirilis pada tanggal 27 Januari 1996 dengan lagu andalannya Nada Nada Cinta dan Meskipun Cinta. Keberhasilan "Nada Nada Cinta" diikuti album kedua yang berjudul Tegar (beredar awal tahun 1999) yang semakin melambungkan nama Rossa. Lagu "Tegar" juga menjadi theme song sinetron Suami, Istri, dan Dia arahan Putu Wijaya produksi Star Vision yang ditayangkan RCTI. Rossa juga tampil sebagai wakil Indonesia di festival musik Vietnam My Love, 26-29 Oktober 2000 di Hanoi. Di tahun 2000 Rossa kembali merilis album Hati Yang Terpilih yang mejadi soundtrack sinetron dengan judul yang sama, yaitu "Hati Yang Terpilih". Meski sibuk menyanyi dan manggung, Rossa berhasil menyelesaikan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia pada Februari 2002. Pada tahun yang sama, Rossa merilis album Kini (2002) yang masih didominasi lagu-lagu sendu seperti pada album-album sebelumnya. Pada album Kini, Rossa menyanyikan sembilan lagu karya sembilan pencipta lagu, termasuk Iszur Muchtar, Yovie Widianto, dan Melly Goeslaw. Pada tahun 2003, Rossa kembali merilis repackaged album Kini dengan lagu baru "Malam Pertama" ciptaan Melly Goeslaw yang mendapat double platinum pada tahun 2004.

Pada September 2004, Rossa merilis album bertajuk Kembali. Dalam album ini, terdapat sembilan lagu dan masih dengan konsep musik pop progresif. Ada sejumlah musisi yang terlibat di antaranya Icha Jikustik dan Lucky Element. Tak ketinggalan sang suami, Yoyo juga ikut membantu dalam mengaransemen lagu "Wanita Pilihan". Sebelum album dirilis pada bulan September 2005, dua lagu dalam album tersebut telah dijadikan soundtrack sinetron. Yang pertama lagu "Pudar" menjadi OST sinetron Doiku Beken (produksi MultiVision Plus untuk RCTI). Yang kedua, "Bicara Pada Bintang", untuk OST sinetron Pura-Pura Buta (produksi Soraya Intercine Films untuk Indosiar). Album ini menjagokan lagu "Aku Bukan Untukmu" dan "Pudar". Baru tiga bulan dirilis, album Kembali telah mendapat plakat platinum. Enam bulan kemudian, Rossa kembali diganjar double platinum untuk album Kembali. Bahkan single keduanya, "Pudar" yang diciptakan oleh adik bungsunya, Hendra Nurcahyo, membawa Rossa melanglang negara tetangga, Malaysia. Album tersebut kemudian dirilis di Malaysia pada 23 Mei 2005, di mana Rossa juga mengadakan pertunjukan di Planet Hollywood Malaysia dalam rangka promosi albumnya.

Selama masa kehamilan Rizky, Rossa membuat album kompilasi bertajuk Yang Terpilih yang dirilis pada bulan Desember 2006. Dalam album kompilasi tersebut, Rossa memasang kembali hits-hits lawas seperti "Nada-Nada Cinta" karya Yongky Suwarno (1996), "Tegar" ciptaan Melly Goeslaw (1999), "Hati Yang Terpilih" dari kompilasi soundtrack Hati Yang Terpilih (2000), "Kini" ciptaan Yovie Widianto (2003), dan "Kembali" (2004). Tak lupa Rossa juga menyertakan tiga hits baru, "Cinta Tak Termiliki", "Terlalu Cinta" karya Yovie Widianto dan "Atas Nama Cinta" ciptaan Melly. Meski rumah tangganya dirundung masalah, Rossa tetap bekerja profesional dengan merilis album Yang Terpilih di Malaysia pada 16 Mei 2007.

Kiprah Rossa selalu phenomenal, pada awal tahun 2007 Rossa mengeluarkan single ost Ayat-Ayat Cinta yang berjudul sama yakni Ayat Ayat Cinta, lagu tersebut dengan cepat mencapai Penghargaan Platinum pada bulan Maret 2008. Original Soundtrack Ayat Ayat Cinta adalah album musik kompilasi yang dirilis akhir 2007 oleh Trinity Optima Production dan menjadikannya sebagai album Soundtrack dari Rossa. Lagu yang dibawakannya menghasilkan 3 hits, yaitu Ayat-Ayat Cinta, Takdir Cinta dan Tercipta Untukmu (duet bersama UNGU). Sampai hari ini Album Ayat-Ayat Cinta terjual hampir 220.000 copy. Tahun 2008 lagu ini telah menjadi nominasi soundtrack film terbaik dalam Indonesia Movie Award 2008 serta mengantar Rossa meraih penyanyi luar Negara terbaik di Anugerah Industri Musik di Malaysia untuk kedua kalinya.

Akhirnya, impian Rossa untuk menggelar konser menjadi nyata. Pada 26 November 2008, bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), ia menggelar konser dengan titel Persembahan Cinta. Di dalam konser ini, Rossa dibantu oleh Erwin Gutawa dan Jay Subiakto sebagai komposer. penjualan tiket pun ludes / sold out jauh sebelum hari H dan penonton pun terhanyut dengan suasana konser yang diaransemen oleh Erwin Gutawa Orchestra, mampu menghipnotis lebih dari 6000 penonton yang memadati Jakarta Hall Convention Center (JHCC)dan disiarkan oleh stasiun SCTV pada hari Jumat 28 November 2008.

Setelah hampir tiga tahun tidak mengeluarkan album, maka pada 14 Januari 2009, Rossa kembali merilis album terbarunya, self title Rossa. Yang menarik di album kelimanya ini, Yoyo, sang suami menyumbangkan satu lagu, “Terlanjur Cinta”. Lagu ini dijadikan sebagai lagu jagoan yang dinyanyikan secara duet dengan vokalis band Pasha Ungu.

Dalam rangka promosi album barunya self title Rossa; Rossa mengadakan konser mini, "Konser Cerita Cinta". Konser ini diadakan di 7 kota di Indonesia, Bandung (30 Mei 2009), Surabaya (6 Juni 2009), Palembang (13 Juni 2009), Bandung (20 Juni 2009), Padang (11 Juli 2009), Batam (17 Juli 2009) dan Medan (25 Juli 2009). Rossa secara eksklusif menampilkan 16 lagu pilihannya yang bercerita tentang pahit manisnya cinta lewat tembang-tembang hits seperti Nada-nada cinta, Tegar, Wanita Yang Kau Pilih, Pudar, Atas Nama Cinta, dan tentu saja Ayat-Ayat Cinta yang mencatat sukses luar biasa. Hits terbarunya Hey Ladies, Hati Yang Kau Sakiti, dan Tega dibawakan dengan apik dan tentunya kehadiran bintang tamu seperti Delon, Bams Samson memberikan nilai tersendiri pada pertunjukan Rossa kali ini.

Di antara sela-sela waktu konser mini yang berlangsung dari 30 Juni 2009 s.d 25 Juli 2009, Rossa juga mengadakan konser mini di Kuala Lumpur pada tanggal 27 Juli 2009 yang sukses ditonton 3000 orang penggemarnya. Sebelumnya, pada tanggal 26 Juli 2009 di Berjaya Mega Mall, Pahang Kuantan, Rossa mengadakan jumpa fans.

Untuk Karier selanjutnya, Rossa pada tahun 2010 mengadakan konser tunggal di Malaysia. Bertempat di Stadion Bukit Jalil, Malaysia pada tanggal 29 Mei 2010, Rossa menamakan konsernya, "Konser Melodi Cinta Rossa". Konser yang akan berlangsung 2 jam ini (mulai dari pukul 20.00 s.d 22.00) ditemani Ungu, ST12 dan bintang Malaysia, Aizat.Juga didukung oleh Permata Seni Choir, Permata Seni Muzik Tunas Budaya. Untuk pengarah musiknya, Rossa mempercayakan kepada Yovie Widyanto Orkestra dan tata tari oleh Jay Soebiyakto. Rossa menjanjikan konser ini akan berbeda dengan konser Persembahan Cinta di Indonesia sebelumnya. Konser tersebut disiarkan di stasiun TRANS TV Kamis, 17 Juni 20.00 WIB.

Rossa kembali merilis album 'Harmoni Jalinan Nada dan Cerita di Hard Rock Cafe, Jakarta, Senin (30/8/2010). Telah banyak lagu-lagu Rossa yang ikut menghiasi film dan sinetron Indonesia dan tak sedikit yang menjadi box office. Album "Harmoni : Jalinan Nada & Cerita" merupakan kompilasi original soundtrack dan theme song sinetron yang pernah dinyanyikan oleh Rossa. Dalam album kompilasi ini, terdapat 3 lagu baru, yaitu : ‘Memeluk Bulan’ diciptaan oleh Enda Ungu, digarap apik oleh Anto Hoed. Terdapat pula lagu ‘Jagad Khayalku’ ciptaan Titi DJ dengan Andi Rianto sebagai aransemen musiknya. Serta ‘Ku Menunggu’ karya composer muda Mery L.C

Di tahun 2011 Rossa menggelar konser tunggal bertajuk 'Harmoni Cinta' di Esplanade, Singapura pada 14 Oktober. Tempat ini adalah salah satu tempat prestisius di dunia, di mana setiap musisi memimpikan bisa tampil di sana.Konser tunggal bertajuk Harmoni Cinta Rossa itu terbilang sukses lantaran seluruh tiket konser habis terjual. Sejumlah selebritas Indonesia pun nampak hadir untuk menyaksikan penampilan wanita asal Sumedang, Jawa Barat itu. Rossa tampil memukau dengan membawakan sejumlah single andalannya seperti Tegar, Hati Yang Terpilih, Atas Nama Cinta, Kini, Ayat-Ayat Cinta, Hey Ladies, Hati Yang Kau Sakiti, Tega, Cerita Cinta, Pudar,Memeluk Bulan, dan Ku Menunggu dan disiarkan di stasiun televisi ANTV pada tanggal 29 oktober 2011 pukul 22.00-23.00

Pada tanggal 30 November 2011, Rossa meluncurkan sebuah album kompilasi terbaik yang diberi judul The Best of Rossa. Dengan album berisikan 14 lagu terbaik sepanjang kariernya itu, Rossa siap kembali menyapa fans yang sudah lama menunggu album tersebut. Lagu-lagu yang ada di album tersebut adalah lagu yang dipilih secara pribadi dan menjadi nomer satu di radio Indonesia. Peluncuran album tersebut di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2011). Lagu-lagu lama seperti 'Atas Nama Cinta', 'Ayat-Ayat Cinta', 'Tegar', 'Kini' bisa dinikmati kembali lewat album itu. Di antara 14 lagu itu, Rossa juga menaruh tiga lagu duet masing-masing 'Jangan Ada Dusta di Antara Kita' (duet dengan alm. Broery Marantika), 'Tak Sanggup Lagi' (ciptaan Icha 'Jikustik') dan 'One Night Lover' (hasil pertemanan Rossa dengan Joe Flizzow 'Too Phat'). Album ini hanya dijual di gerai KFC di seluruh Indonesia dan meraih plakat "Million Award" untuk penjualan lebih dari satu juta keping dalam waktu tujuh bulan. Rossa juga termasuk musisi yang sukses menjual albumnya di gerai KFC seperti Cinta Laura, Indah Dewi Pertiwi, Agnes Monica dan SM*SH.

Ditahun 2012, Rossa dikabarkan go internasional setelah posting fotonya bersama Russell Simmons. Seorang milyuner mantan suami dari Kimora Lee Simmons ini, merupakan bos besar dari Def Jam, sebuah label rekaman yang menaungi Rihanna, Jennifer Lopez, Ne-Yo, dan masih banyak lagi musisi terkenal. Foto kedua yang juga di-posting adalah foto dirinya bersama dengan Maxwell, seorang penyanyi beraliran R ‘n B.

0 komentar

Pecinta Rossa

Hy para Pecinta Rossa ada info nii :

Sekalian bantu Vote ya PR :)


Rabu, 25 Juli 2012 0 komentar

Ibuku, guru berbeda atau Ibuku guru, berbeda

     Ketika pagi menjelang kesibukan seorang Ibu mulai dirasakannya. Menyiapkan masakan, membangunkan Ayah serta anak – anaknya dan merapikan tempat tidur anak yang masih kecil. Pagi menjelang pukul 06.00 Ibu jalan ke tempat kerja yaitu sekolah, tempat kebanggaan semua orang untuk mendapatkan ilmu. Mulai pagi hari dengan senyuman kepada semua anggota sekolah ketika sampai ke sekolah. Menyapa dengan penuh kehangatan. Mengajar dengan penuh kasih sayang.
         
          Adakalanya seorang Ibu yang menjadi guru harus memilik kepribadian berbeda untuk mengajar anak – anaknya di rumah dengan di sekolah?. Sepertinya itu pernyataan yang kurang enak dan salah. Tidak ada guru yang memliki kepribadian berbeda, seperti di rumah baik tapi di sekolah tidak. Apakah hal seperti itu di bilang kepribadian berbeda??. Pasti tidak, karena seorang Ibu yang mengajar dimanapun dia berada pasti itu apa adanya dia. Di rumah dia mengajar hanya 1 – 3 anak, sedangkan di sekolah harus mengajar 30 – 40 siswa yang harus membuat maksimal dalam mengajar. Jadi sistem pandangan juga berbeda dengan mengajar di rumah dan di sekolah. Walaupun  di rumah Ibu baik dan di sekolah Ibu sering marah – marah tapi itu adalah Ibuku. Yang membesarkanku dan mendidikku.

 







Senin, 23 Juli 2012 0 komentar

Penjual Roti jadi Guru Privat?? Why Not?

Dunia pendidikan memang tidak ada habis - habisnya di bahas sampai kapanpun.  Tapi disini saya ingin membahas cita - cita jadi guru / dosen. Dari kalangan anak kecil yang di tanya cita - cita ingin jadi apa, pasti ada yang ingin jadi guru sampai yang dewasa juga menjawab seperti itu. Namun banyak cita - cita yang terhalang karena beberapa faktor termasuk faktor ekonomi. Faktor ini mungkin banyak orang eluhkan karena mungkin tidak didukungnya dengan pekerjaan orang tuanya yang kurang membantu anak untuk menggapai cita - cita. Banyak anak - anak Indonesia yang membutuhkan pendidikan untuk sukses dan menjadi anak yang membanggakan untuk kedua orang tuanya. Mahalnya bayaran sekolah atau kuliah membuat orang tua terutama  anak untuk mengurungkan niatnya menjadi guru atau hal lainnya. Sudah saatnya anak - anak Indonesia bangkit tidak lagi meminta sesuatu dari orang tua.

Kisah seorang siswa yang tadinya pejual roti dan siswa di sekolah mencoba mencari pekerjaan yang rutin tetapi juga tidak mengganggu tugas sekolahnya. Berawal dari menjual pulsa sampai akhirnya gulung tikar, Sinta (bukan nama asli.red) mencoba untuk menjual roti di sekolah namun diam - diam karena di sekolah tidak boleh ada yang berjualan di sekolah kecuali di kantin atau koperasi. Ketika pagi - pagi Sinta membantu orang tua nya merapikan warung kecilnya dan memasukkan roti kedalam tas, terlihat oleh salah satu guru yang kebetulan lewat depan warungnya. Selesai mengobrol sebentar, guru tadi meminta tolong kepada Sinta untuk menjadi guru privat untuk anaknya yang baru kelas 2 SD. Sinta berfikir sebentar dan akhirnya menerima tawaran guru itu. So, Sinta akhirnya bisa jajan dengan uang sendiri dan membatu orang tuanya. Dan kalau mau berusaha pasti ada jalan. Menjadi pendidik biasakan mendidik juga diri sendiri :)




Minggu, 22 Juli 2012 0 komentar

Asisten Dosen (Asdos) Kenapa Ngga??!!

Kita pasti sudah kenal yang namanya dosen ketika memasuki dunia perkuliahan. Namun kita kurang begitu kenal yang namanya asisten dosen. Asisten Dosen magang berbeda dengan asisten tetap, asisten magang yaitu asisten dosen yang diangkat dan ditugaskan untuk mengikuti perkuliahan dosen senior sesuai dengan mata kuliah yang dipilih tetapi belum diperkenankan menggantikan mengajar apabila dosen yang bersangkutan berhalangan hadir. Sedangkan asisten tetap yaitu asisten dosen yang diangkat dan ditempatkan sebagai pembantu dosen dan dinilai sudah mampu menggantikan mengajar apabila dosen utamanya berhalangan hadir. Namun kehadiran memang sangat membantu untuk jika seorang dosen kewalahan mengatasi jumlah mahasiswa yang banyak untuk menghasilkan proses belajar yang optimal. Apalagi membantu dalam belajar praktek di kampus. Asisten Dosen tidak boleh dikesampingkan lantaran hanya bergelar Asisten bukan berarti penjadi pesuruh bagi Dosen Utama. Banyak juga lowongan - lowongan untuk menjadi asisten dosen di universitas - universitas ternama. Namun ada juga kabar kurang enaknya yaitu asisten dosen bukan seorang PNS atau sama seperti Dosen tetap. 

Meskipun ada kabar yang kurang menyenangkan mengenai hal itu, namun tidak sedikit juga orang yang ingin menjadi asisten dosen. Karena mereka berfikir suatu saat akan menggantikan dosen yang mereka inginkan. Menjadi asisten dosen tidak boleh kita acuhkan begitu saja. Karena mereka sama dengan dosen hanya jenjang pendidikan tidak lebih tinggi dari dosen. Namun mereka memiliki ilmu yang hampir sama dengan dosen yang mengajarkan kita. Dunia pendidikan di Indonesia banyak yang kurang layak untuk bersaing di kancah International mereka hanya memikirkan diri sendiri (egois) tidak mau berbenah untuk menjadi lebih baik. Hal - hal baik dijelekan sedang hal - hal jelek dibaikkan. Hal yang sama juga pada asisten dosen walaupun sudah banyak di bantu dengan asistennya namun para dosen kurang menghargai jerih payah asistennya. Untungnya hanya sedikit yang acuh terhadap asisten dosen ini.  
Kadang kita ingin mendapatkan pekerjaan yang enak, benefitnya besar tempat kerjanya nyaman dan sebagainya namun itu tidak menjamin kesejahteraan hidup kita. Sebenarnya banyak juga pekerjaan disekitar kita misalnya juga asisten dosen dengan mengikuti tes seleksi/tes pembuatan program kecil untuk  menjadi asisten dosen dengan syarat yang telah ditentukan. Setelah lulus, maka kalian akan menjadi asisten dosen yang kalian pilih saat mendaftar. Dengan begini kalian bisa mencari kerja sambil kuliah juga dan membantu adik - adik kampus kalian. Walaupun kadang ada sub-sub pelajaran yang kurang dimengerti katakan belum ketemu caranya meski sedikit malu, tapi inilah yang memotifasi kita untuk belajar lebih baik. Bukan hanya honor bulanan tetapi juga ilmu yang didapatkan ketika menemukan kasus - kasus yang berbeda dari yang kita pelajari sehingga ilmu yang kita dapat berkembang. Motto, “Ilmu akan bertambah bila diamalkan dan berkurang bila dibiarkan begitu saja” adalah benar dan bisa didapat dengan niat yang lurus untuk ikut mencerdaskan anak bangsa.
Intinya, jangan takut jadi asisten dosen, kalo tidak bisa, bilang saja tidak bisa, yang penting tetap mau belajar.




Sabtu, 21 Juli 2012 0 komentar

Jadi Pendidik PNS atau Honorer

Dalam kehidupan sehari - hari kata PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan Honorer mungkin tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Pegawai Negeri Sipil atau biasa disebut PNS bisa dibilang lebih berkelas di bandingkan dengan honorer yang gajinya tidak seberapa dan juga bonus. Saya pernah Praktek Kerja Lapangan (PKL) di KEMENDIKNAS Senayan, saya mengurusi bagian guru - guru dari seluruh Indonesia yang datang atau mengirim data - data guru honorer. Bayangkan meja kalian penuh dengan map - map atau amplop - amplop yang berisi data - data guru honorer yang harus di masukkan ke dalam sistem komputer untuk selanjutnya di proses untuk mendapatkan komisi atau tunjangan yang sama seperti guru yang sudah atau menjadi seperti PNS. 
Manakala seorang guru honorer lebih dikesampingkan daripada guru yang sudah PNS. Kebijakan Pemerintah mengenai PNS dan honorer tidaklah membantu atau memukul sama rata antara PNS dan honorer. Bukan permasalahan jumlah insentifnya, tapi hanya ingin diperlakukan selayaknya manusia. Pendidik yang bisa mencerdaskan anak bangsa. ”Ntahlah, pada siapa lagi kami mengadu,” keluh Salah Seorang Guru Honorer. Ketika saya PKL di KEMENDIKNAS Senayan pernah sekali Bapak Menteri Republik Indonesia datang ke Gedung D tempat saya PKL dan menanyakan kepada seorang guru yang sedang mengurus data - data dia dan rekan - rekannya apakah sudah di proses dengan baik atau belum sama sekali. Lalu Bapak itu mengeluarkan keluh kesah kepada Bapak Menteri Pendidikan Republik Indonesia Bapak Muhamad Nuh, dia berkata "iya Bapak saya datang dari Jawa Tengah untuk mengurus ini, tapi sepertinya belum di proses". Dari situlah orang - orang bagian saya mulai berkerja ektra keras. karena bukan tidak ingin memproses, tetapi jika ada data yang kurang dari persyaratan menerima tunjangan ini maka data harus di kirim ulang atau di tambah yang membuat data menjadi duplikat. Dari data inilah yang membuat PNS bagian saya kebingungan termasuk saya yang PKL disana dan hanya bermodal pelajaran kelas 2 SMK.
Yaa itulah Pendidik PNS dan honorer, biarpun persoalan pengangkatan terus berkemelut, tetapi seorang guru tetap memberikan pendidikan seomptimal mungkin. Hal yang paling menyenangkan dalam hati honorer, manakala ia melihat anak didiknya menjadi orang yang berhasil. ”Artinya saya masih punya nilai manfaat bagi generasi bangsa ini, biarpun saya tidak jadi PNS."


Jumat, 20 Juli 2012 0 komentar

Orang Tua Cinta Sejati (CS) Guru

Pagi pukul 04.00 mungkin menurut kita masih malam, dan pasti sebagian orang sedang terlelap tidur menikmati mimpi - mimpi yang mungkin indah. Namun menurut sebagian orang itu sudah siang. Kenapa jam 4 pagi di bilang kesiangan?? karena menurut mereka, mereka harus menyiapkan segala sesuatu dengan tidak terburu - buru, bagi yang beragama muslim jam 04.30 sudah subuh belum lagi kita mandi dan menyiapkan masakan untuk keluarga dan lain - lain. Dan inilah kehidupan orang yang disiplin waktu termasuk Guru/pendidik dan Orang Tua Kita. Orang Tua kita mendidik kita sejak kita lahir ke bumi hingga kita di lepas ke dunia sekolah di didik lagi dengan Bapak / Ibu Guru.  Bapak / Ibu Guru mungkin juga mengajar tidaklah seperti murid - murid nya yang mencari sekolah sedekat mungkin dengan rumah agar mudah diawasi. Guru diberikan tugas mengajar dimanapun sekolah - sekolah membutuhkan.

Ketika pulang dari sekolah, Orang Tua menjadi pendidik lagi. Menjadi pendidik tidaklah mudah seperti yang dibayangkan. Jerih payah dan tanpa pamrih demi kemajuan pendidikkan di negeri tercinta. Orang Tua banting tulang mencari uang untuk kita sekolah ataupun kuliah, sedangkan guru mengajarkan lebih dari yang orang tua berikan. Pendidikkan tidak hanya di dapat di dalam rumah tetapi di luar juga kita butuh pendidikan. Peran Orang Tua dan Guru membangkitkan jiwa anak - anak kecil hingga dewasa sangatlah penting.  Jika suatu hari kalian di panggil atau di sapa"Selamat Pagi Bapak / Ibu Guru" maka terharulah kalian karena mengingat betapa bahagia Orang Tua dan Guru membuat anaknya menjadi contoh yang baik. MAJU TERUS PENDIDIKAN INDONESIA!!









 
;