Sabtu, 21 Juli 2012

Jadi Pendidik PNS atau Honorer

Dalam kehidupan sehari - hari kata PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan Honorer mungkin tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Pegawai Negeri Sipil atau biasa disebut PNS bisa dibilang lebih berkelas di bandingkan dengan honorer yang gajinya tidak seberapa dan juga bonus. Saya pernah Praktek Kerja Lapangan (PKL) di KEMENDIKNAS Senayan, saya mengurusi bagian guru - guru dari seluruh Indonesia yang datang atau mengirim data - data guru honorer. Bayangkan meja kalian penuh dengan map - map atau amplop - amplop yang berisi data - data guru honorer yang harus di masukkan ke dalam sistem komputer untuk selanjutnya di proses untuk mendapatkan komisi atau tunjangan yang sama seperti guru yang sudah atau menjadi seperti PNS. 
Manakala seorang guru honorer lebih dikesampingkan daripada guru yang sudah PNS. Kebijakan Pemerintah mengenai PNS dan honorer tidaklah membantu atau memukul sama rata antara PNS dan honorer. Bukan permasalahan jumlah insentifnya, tapi hanya ingin diperlakukan selayaknya manusia. Pendidik yang bisa mencerdaskan anak bangsa. ”Ntahlah, pada siapa lagi kami mengadu,” keluh Salah Seorang Guru Honorer. Ketika saya PKL di KEMENDIKNAS Senayan pernah sekali Bapak Menteri Republik Indonesia datang ke Gedung D tempat saya PKL dan menanyakan kepada seorang guru yang sedang mengurus data - data dia dan rekan - rekannya apakah sudah di proses dengan baik atau belum sama sekali. Lalu Bapak itu mengeluarkan keluh kesah kepada Bapak Menteri Pendidikan Republik Indonesia Bapak Muhamad Nuh, dia berkata "iya Bapak saya datang dari Jawa Tengah untuk mengurus ini, tapi sepertinya belum di proses". Dari situlah orang - orang bagian saya mulai berkerja ektra keras. karena bukan tidak ingin memproses, tetapi jika ada data yang kurang dari persyaratan menerima tunjangan ini maka data harus di kirim ulang atau di tambah yang membuat data menjadi duplikat. Dari data inilah yang membuat PNS bagian saya kebingungan termasuk saya yang PKL disana dan hanya bermodal pelajaran kelas 2 SMK.
Yaa itulah Pendidik PNS dan honorer, biarpun persoalan pengangkatan terus berkemelut, tetapi seorang guru tetap memberikan pendidikan seomptimal mungkin. Hal yang paling menyenangkan dalam hati honorer, manakala ia melihat anak didiknya menjadi orang yang berhasil. ”Artinya saya masih punya nilai manfaat bagi generasi bangsa ini, biarpun saya tidak jadi PNS."


0 komentar:

Posting Komentar

 
;