Rabu, 25 Juli 2012

Ibuku, guru berbeda atau Ibuku guru, berbeda

     Ketika pagi menjelang kesibukan seorang Ibu mulai dirasakannya. Menyiapkan masakan, membangunkan Ayah serta anak – anaknya dan merapikan tempat tidur anak yang masih kecil. Pagi menjelang pukul 06.00 Ibu jalan ke tempat kerja yaitu sekolah, tempat kebanggaan semua orang untuk mendapatkan ilmu. Mulai pagi hari dengan senyuman kepada semua anggota sekolah ketika sampai ke sekolah. Menyapa dengan penuh kehangatan. Mengajar dengan penuh kasih sayang.
         
          Adakalanya seorang Ibu yang menjadi guru harus memilik kepribadian berbeda untuk mengajar anak – anaknya di rumah dengan di sekolah?. Sepertinya itu pernyataan yang kurang enak dan salah. Tidak ada guru yang memliki kepribadian berbeda, seperti di rumah baik tapi di sekolah tidak. Apakah hal seperti itu di bilang kepribadian berbeda??. Pasti tidak, karena seorang Ibu yang mengajar dimanapun dia berada pasti itu apa adanya dia. Di rumah dia mengajar hanya 1 – 3 anak, sedangkan di sekolah harus mengajar 30 – 40 siswa yang harus membuat maksimal dalam mengajar. Jadi sistem pandangan juga berbeda dengan mengajar di rumah dan di sekolah. Walaupun  di rumah Ibu baik dan di sekolah Ibu sering marah – marah tapi itu adalah Ibuku. Yang membesarkanku dan mendidikku.

 







0 komentar:

Posting Komentar

 
;